|
Purwakarta Menuju Open Source (Purwakarta Go Open Source) |
|
Ditulis oleh Admin
|
|
Selasa, 27 Oktober 2009 09:14 |
|
Hari ini, 27 Oktober 2009 Bupati Purwakarta Bapak Dedi Mulyadi secara resmi mencanangkan Purwakarta menuju Open Source (Purwakarta Go Open Source). Ini jelas sebuah langkah yang sangat berarti bagi perkembangan pelayanan pemerintah daerah purwakarta dengan menggunakan software open source untuk sistem pendukung teknologi informasinya. Acara dimulai pada jam 09.00, diawali dengan sambutan dari Bupati Purwakarta. Beliau sangat jelas menyampaikan dukungan terhadap pemilihan software free dan open source (FOSS) sebagai tulang punggung teknologi informasi untuk pelayanan kepada masyarakat Purwakarta di masa yang akan datang. Bapak Bupati juga secara jelas menyampaikan jenis pelayanan KTP yang harusnya dapat diproses dengan cepat berbasiskan teknologi informasi, sehingga masyarakat tidak sulit dan tidak perlu menunggu lama hanya untuk sekedar mengurus pembuatan atau perpanjangan KTP.
Untuk sistem kepegawaian juga nantinya akan dibuat sebuah sistem komputerisasi yang mengatur absensi dengan barcode atau sidik jari, sehingga nantinya sistem penggajian bisa dilakukan dengan baik dan akuntabilitas pegawai negeri di Purwakarta bisa dimonitor dengan baik. Sambil becanda, Bapak Bupati mengatakan gaji bisa dipotong jika absensi tidak memenuhi standar waktu yang telah ditentukan. Kemudian beliau meresmikan Purwakarta Go Open Source dengan suara Gong dipukul disertai dengan penandatanganan MOU kesepakatan pemerintah daerah Purwakarta dengan Axioo sebagai vendor penyedia laptop yang sudah dibundel dengan sistem operasi Linux hasil kustomisasi dari PCLinuxOS. Setelah itu, Bupati tidak bisa melanjutkan acara sampai selesai karena ada acara lain yang lebih penting.
Selanjutnya, acara diisi dengan kata sambutan oleh perwakilan Axioo Internasional. Intinya Axioo adalah merek lokal Indonesia yang sudah Go Internasional, dan alasan ini juga yang menjadikan Axioo mendapatkan kesempatan menjadi rekanan pemerintah daerah Purwakarta menuju Purwakarta Go Open Source. Baru kemudian acara dilanjutkan dengan presentasi materi seputar dunia GNU/Linux dan Open Source oleh Azuwir Azzurri sebagai pendiri dan ketua Komunitas Linux Purwakarta.
Kang Azuwir menjelaskan konsep Free Software bahwa Free artinya bebas/merdeka, bukan gratis. Jadi Free Software artinya software yang bebas untuk digunakan, dipelajari, dikembangkan, bahkan disebarluaskan. Free Software juga boleh kita jual dengan syarat kode tetap disertakan. Kemudian penjelasan pada konsep Open Source, dimana kode juga harus disertakan untuk dipelajari dan dimodifikasi. Hanya saja Open Source kodenya, tapi belum tentu bebas disebarluaskan. Tapi free software dan open source software sama-sama wajib menyertakan dan membuka kodenya. |